The Memori Suum Of Kissing An Angel In Byzantium

Kamis, 20 Januari 2011


oleh Riazul Iqbale Pauleta pada 20 November 2010 jam 18:35
Mataku menatap kearah seorang gadis yang duduk di antara rombongan piknik di depan ku, dia menatap juga ke arahku, tajam, di benakku terbang beberapa wajah, aku mencoba berpikir keras, siapa dia,mengapa aku seperti mengenalnya.
***
Saat mengetahui  islam akan menyerang Byzantium,aku bersama  berpamitan pada istriku. Dia memberikan ciuman lalu berkata sambil meneteskan air mata sambil   “aku telah merelakan engkau wahai sumiku,walaupun engkau mati,aku bisa kawin lagi,aku kan masih cantik seperti bidadari” tapi kalau sumiku tak mati, jadilah bupati kota ini,biar kita tambah kaya. “Dasar istri matre..!!” aku menamparnya itulah cara kami bermesraan,lalu aku  pergi berperang, dari kejauhan dia berteriak,
“Suamikuu…! Bawa harta rampasan yang banyak ya…!!  Jangan lupa tuu..!!
Dengan hati kesal aku menuju pasukankku,yang sudah menunggu dari tadi. Aku bekuda pelan pelan di antara  Para pasukan,ada yang sedang menahan tawa,karena melihat tingkah istri panglimanya yang mata rampasan.
“Para pasukan siap berperang!” Teriakku.“Siap panglima! “
Kami  memacu kuda,ada yang berjalan kaki dan ada yang tidak pergi berperang karena izin.
Sebagai komandan perang. Aku berjanji tak akan kalah dari pasukan Khalid bin Walid yang baru menaklukan Syiria.
Pasukan islam mulai mendekati benteng Byzantium,padahal strategi kami tadi ingin menyerang pada malam hari saat pasukan islam tertidur.rupanya para prajurit tak ada yang bangun saat mau menyerang.
berbagai peluru meriam sudah kami muntahkan ..tapi pasukan islam seperti punya 9 nyawa,mereka terus mendekat,dan semakin dekat,pasukan panah pun sudah kehabisan busur,
Mundurr..!!! selamatkan diri kaliaaann!!!
Aku berteriak sambil lari terbirit birit karumah istriku yang cantik seperti bidadari yang mandi dikali rambutnya basah,tidak sembahyang tidak puasa,di dalam kubur memdapat siksa.
Pasukan islam mulai masuk kerumah-rumah. Mencari prajurit kami yang tersisa, aku terengah-engah mencari tempat sembuyi, berlarian dari kamar ke kamar. Hingga mata ku tertuju pada guci pemberian kaisang Dynasti Ming, aku melompat sekuat tenaga ke guci itu, dan gucinya pun pecah,aku panic dan menggulung diri di karpet pemberian Xerses Raja Iran pada waktu itu,aku takut ketauan lalu keluar.masuk kedalam mantel kulit beruang pemberian Jengis Khan,aku masih ketakutan,lalu aku ke peti mati pemberian  Fir’aun Ramses XXI, disini mungkin aman,sambil membentangkan pedangku di sisinya.biar bisa bernafas.
“Suamiku kamu ngapain di situ?””Mana harta rampasannya?!”
‘Diam kamu istriku, jangan kasih tahu pasukan islam kalau aku di sini”. “Cepat cari tempat sembunyi”,
 “Wahai sumaiku,aku ini cantik seperti bidadari prajurit islam tak akan tega membunuhku”
Belum dia sembunyi pasukan Islam masuk kedalam rumah.Mereka bertanya pada istriku.
“Mana suamimu?!”
“Di dalam peti tuan. Saya mohon saya jangan di bunuh” “bunuh saja suami saya dia panglima perang Byzantium”.
Saya pun keluar dari peti dan bersujud di depan Khalid.
“Tuan Khalid, kami akui pasukan kalian lebih hebat dari kami”.
“saya jangan di bunuh”
Khalid Bin Walid pun menepuk bahu saya. Sambil berkata
“Beudoh..!! Bang Beudoh,katroh u Banda”
“Bak neukalon cewek,ek teuget dron” artinya “bermula sang supir L-300 berkata bang ..bangun bang
Sudah samapai ke Banda Aceh, liat cewek saja bisar tertidur abang ini.

Saya Teuku Riazul Iqbal Pauleta,status “Tertidur Di L-300,setelah baca buku SKI”.

Penjelasan Istilah:
Mata rampasan: Dulu zaman Byzantium belum ada alat tukar,masih jaman perang,jadi gadis    yang material oriented di sebut mata rampasan


1 komentar:

Posting Komentar

WELCOME

Ini cerita tentang aku, kamu, dia, kita dan mereka.
Bersama kita mencoba menjadi WIRA untuk BANGSA kita.

Blog Archive

SPONSOR